Tuesday, September 22, 2015

Kerasnya Paskibra

Kerasnya Paskibra
(Karya: Reza Dwi Saputra)

Pengalaman yang tidak akan pernah aku lupakan semasa SMP.

     Empat bulan yang lalu, kami Psukan Pengibar Bendera dari SMP (SLUB) Saraswati 1 Denpasar yaitu sekolah saya, melakukan persiapan untuk mengikuti lomba Paskibra.

     Latih berlatihpun kami lakukan sangat rutin. Kebetulan saat itu saya di tunjuk sebagai danton, ini pertama kalinya saya mengikuti lomba sebagai danton. Perasaan takut dan gugup mulai muncul di benak saya secara tiba-tiba. Sayapun mencoba untuk menjalankan perintah dari pelatih untuk menjadi danton. Hari demi hari saya berlatih bersama pasukan, hasilnya lumayan bagus menurut saya.

     Percaya diripun mulai timbul, dan seketika insidenpun terjadi. Saat Pasukan Pengibar Bendera dari SMP (SLUB) melakukan uji coba lapangan, saya melakukan kesalahan yang sangat fatal. Letak kesalahannya adalah, saya terlambat menginstruksikan atau memberi aba-aba, akibatnya pasukanpun menginjak dan melewati garis yang telah di tentukan oleh panitia lomba. Mesipun itu hanya uji coba tapi saya merasa sangat takut, saya mencoba untuk melanjutkan memberi aba-aba atau instruksi selanjutnya meskipun saya merasa sangat ketakutan dan sanagat gugup. Enatah kenapa insiden ini terjadi, mungkin saya gugup karena pertama kalinya saya saya mnjadi danton. Semua aba-aba dan semua gerakanpun telah kami tampilkan dan saya memimpin pasukan unntuk kluar lapangan. Sesampainya di luar lapangan pelatih paskibra kami marah semarah-marahnya kepada semua pasukan terutama kepada saya. Kayupun melayang ke kepala saya, tendangan juga di berikan kepada semua pasukan. Saya sanagat merasa bersalah kepada teman-teman saya, karna saya melakukan kesalahan tersebut semua pasukan mendapat cacian dan hukuman dari pelatih. Saya menjadi hilang kepercayaan. Tangis dan kringatpun bercucuran dari semua pasukan. Hari perlombaanpun telah tiba, saya masih tidak percaya diri dan merasakan gugup. Teman-temanpun memberi semangat kepadaku. Perasaan percaya diripun saya coba tumbuhkan perlahan. Cacian dan hukuman dari pelatih, saya jadikan motifasi untuk semangat saya. Pasukan kamipun tampil, hasilnyapun sangat memuaskan. Kami mendapat juara 1 dan saya mendapat gelar danton terbaik meskipun pringkat ke-2 berbeda poin sangat tipis  dengat danton terbaik pringkat pertama yai berbeda 3 poin.

     Saya dan pasukanpun sangat puas karena hasil dari keluh kesah dan susah senang selama latihan tidak sia-sia. Maka dari itu saya sarankan kepada pemuda penerus Bangsa  ini untuk tidak cepat patah semangat dan putus asa.

     Dari pengalaman yang saya dan pasukan saya alami. Kami menjadi mengerti apa maksud dari pelatih kami mengajarkan ketegasan dengan keras, itu karena pelatih kami menginginkan hasil yang terbaikn untuk kami.

0 comments