Kehilangan Sahabat
(Karya:
Santa Haneda)
Pada
suatu hari hidup seorang anak yang sangat kesepian. Anak yang tinggal hanya
seorang diri tidak memiliki keluarga sama sekali. Anak yang bernama Basong tinggal
di sebuah gubuk dekat hutan.
Pada
sore hari ia seperti biasa mencari sebuah kayu bakar yang di carinya di hutan
belantara, ia pun berjalan mengambil satu persatu kayu bakar yang ia temui, dan
basong pun mendengarkan teriakan seekor anjing di dekat pohon besar. Basong pun
berlari dengan cepat kearah pohon tersebut dan menemui seekor anjing yang
terkena jebakan musang yang dipasang warga desa untuk menangkap hama di hutan.
Hari pun mulai gelap karena merasa iba Basong pun membawa anjing tersebut
pulang kegubuknya yang sangat kecil. Mulai saat itu iya mulai merawat dan
membesarkan anjing yang ia temui di hutan, anjing yang ia berikan nama bedogol
itu membuat rasa kesepian yang ia alami selama ini menjadi hilang, anjing
itupun selalu mengikuti Basong kemanapun ia pergi. Sampai saat itu tiba Basong
yang seperti biasa mencari kayu bakar untuk meneranginya gubuknya dan sebagai
bahan untuk menghangatkan dirinya pada malam hari, dan bedogol pun mengikuti
Basong dari belakang mereka mencari kayu bakar kesana dan kemari dan menurut
Basong kayu bakar yang ia cari sudah lebih dari cukup ia pun melanjutkan
perjalanan menuju gubuknya. Sesampainya Basong dan anjingnya di gubuk basong
lalu mulai merakit kayu bakar untuk dibuatnya menjadi obor, setelah beberapa
menit obor pun telah jadi siap untuk di pakai. Hari pun mulai gelap Basong
mulai untuk menghidup kan obor yang ia buat. Ia membuat empat obor dan harus
menghidupkan keempat obor tersebut. Basong tidak ingin anjingnya menghalangi
pekerjaannya karena berbahaya jika percikan obor mengenai anjing yang menjadi
sahabatnya sendiri jadi basong memasukan anjingnya kedalam gubuk sedangkan ia
menghidupkan obor yang berada di tiap sudut gubuknya. Ia pun mulai menghidup
kan satu persatu obor yang berada di setiap sudut gubuknya obor pertama, kedua
, dan ketiga berhasil ia hidupkan tetapi tidak dengan obor keempat pada saat ia
akan menghidupkan obor keempat kakinya tersandung oleh akar pohon sehingga api
itupun tidak membakar obor melainkan menyambar gubuknya. Api yang merambat
begitu cepatnya membuat api menjadi sangat besar Basong pun panik dan tidak
tahu harus berbuat apa, lalu ia pun mendengar anjingnya yang menggong-gong
ketakutan membuat basong berlari kedalam gubuk dan melihat anjing yang
tergeletang tertimpa kayu gubuk tersebut dan Basong dengan mata yang
berkaca-kaca berlari menuju anjingnya dan membawa anjing nya keluar dia pun tak
percaya bahwa anjing yang selama ini menjadi sahabat nya sekarang telah tiada.
Dari
cerita diatas kita mendapatkan pesan yang sangat penting bahwa kita harus
berhati-hati untuk melakukan segala hal meskipun itu adalah pekerjaan yang
sangat mudah tetap kita harus berhati-hati agar kelak kita takkan menyesal
dikemudian hari.
0 comments