Wednesday, September 23, 2015

Tidak Ada Yang Sempurna

Tidak Ada Yang Sempurna
(Karya: Ayu Suryati Ariyani)

Pengalaman lusi yang dikucilkan oleh teman temannya.
Pada suatu hari disekolah swasta ada murid kelas IX yang bernama lusi, ia selalu dikucilkan oleh teman temannya, Lusi memang sedikit aneh namun ia sangat baik tetapi kebaikannya tidak dihargai oleh teman temannya. Ia selalu diejek bahkan teman temannya menggunakan fisik karena saking kesalnya kepada dirinya.
Ketika bel masuk kelas, guru bahasa Indonesia tidak bisa mengajar karena sakit. Lusi pun pergi ke ruang guru untuk meminta tugas kepada guru piket. Lalu ia pun diberi tugas yang teman teman lusi tidak mengerti, lalu ia pun pergi ke kelas dan memberi tahu kepada teman temannya bahwa ada tugas bahasa Indonesia. Teman teman lusi yang sangat malas belajar langsung melemparkan kertas,sepatu,dan menendangnya. Lusi pun hanya diam dan mengerjakan tugasnya.
Bel istirahat berbunyi, ia pun kembali keruang guru untuk mengumpul tugas yang diberi oleh guru piket, dan guru piket pun bertanya kepadanya “kenapa hanya kamu saja yang mengumpulkan tugas ini?, mana pekerjaan temanmu yang lain?.” Lusi pun kebingungan dan pergi kekelas. Lalu ia pun berteriak dan meminta tugas bahasa Indonesia kepada teman temannya “we, tugas bahasa indonesianya dikumpul sekarang.” Guru piket yang mendengar teriakan lusi langsung pergi kekelas dan menanyakan kepada ketua kelas “ mana katua kelasnya?” ketua kelaspun menjawab “saya bu, kami tidak mengerjakan tugas itu karena kami belum diberi materi sampe sana.” Guru piket pun berkata “ saya tidak mau tau kalian harus menyelesaikan tugas ini sampai bel pulang sekolah berbunyi.” Lalu guru piket pun meninggalkan kelas itu. Setelah guru piket pergi, dua teman lusi yang menjadi profokatornya langsung menendang lusi dan mengajak teman teman yang lain untuk memukulnya dan melemparinya kertas, lusi pun menangis dan pergi ke luar kelas dan menelfon orangtuanya.
Orang tua lusi pun datang kesekolah dan melaporkan perbuatan teman teman lusi. Lusi hanya menunjuk dua orang temannya yang menjadi profokatornya. Dua teman lusi pun dipanggil ke ruang guru, dan diberi surat tentang pengeluaran mereka dari sekolah itu.
Semua manusia diberikan kekurangan dan kelebihan masing-masing, tidak ada manusia yang sempurna. Maka dari itu, kita seharusnya bisa menghargai sesama teman, keluarga, dan orang lain. Tanpa membeda-bedakan sesama dan mengucilkan orang lain.

           

0 comments