Tidak Ada Yang Sempurna
(Karya: Ayu Suryati Ariyani)
Pengalaman lusi yang dikucilkan oleh teman temannya.
Pada
suatu hari disekolah swasta ada murid kelas IX yang bernama lusi, ia selalu
dikucilkan oleh teman temannya, Lusi memang sedikit aneh namun ia sangat baik tetapi
kebaikannya tidak dihargai oleh teman temannya. Ia selalu diejek bahkan teman
temannya menggunakan fisik karena saking kesalnya kepada dirinya.
Ketika
bel masuk kelas, guru bahasa Indonesia tidak bisa mengajar karena sakit. Lusi
pun pergi ke ruang guru untuk meminta tugas kepada guru piket. Lalu ia pun
diberi tugas yang teman teman lusi tidak mengerti, lalu ia pun pergi ke kelas
dan memberi tahu kepada teman temannya bahwa ada tugas bahasa Indonesia. Teman
teman lusi yang sangat malas belajar langsung melemparkan kertas,sepatu,dan
menendangnya. Lusi pun hanya diam dan mengerjakan tugasnya.
Bel
istirahat berbunyi, ia pun kembali keruang guru untuk mengumpul tugas yang
diberi oleh guru piket, dan guru piket pun bertanya kepadanya “kenapa hanya
kamu saja yang mengumpulkan tugas ini?, mana pekerjaan temanmu yang lain?.”
Lusi pun kebingungan dan pergi kekelas. Lalu ia pun berteriak dan meminta tugas
bahasa Indonesia kepada teman temannya “we, tugas bahasa indonesianya dikumpul
sekarang.” Guru piket yang mendengar teriakan lusi langsung pergi kekelas dan
menanyakan kepada ketua kelas “ mana katua kelasnya?” ketua kelaspun menjawab
“saya bu, kami tidak mengerjakan tugas itu karena kami belum diberi materi
sampe sana.” Guru piket pun berkata “ saya tidak mau tau kalian harus
menyelesaikan tugas ini sampai bel pulang sekolah berbunyi.” Lalu guru piket
pun meninggalkan kelas itu. Setelah guru piket pergi, dua teman lusi yang
menjadi profokatornya langsung menendang lusi dan mengajak teman teman yang
lain untuk memukulnya dan
melemparinya kertas, lusi pun menangis dan pergi ke luar
kelas dan menelfon orangtuanya.
Orang
tua lusi pun datang kesekolah dan melaporkan perbuatan teman teman lusi. Lusi
hanya menunjuk dua orang temannya yang menjadi profokatornya. Dua teman lusi
pun dipanggil ke ruang guru, dan diberi surat tentang pengeluaran mereka dari
sekolah itu.
Semua
manusia diberikan kekurangan dan kelebihan masing-masing, tidak ada manusia
yang sempurna. Maka dari itu, kita seharusnya bisa menghargai sesama teman,
keluarga, dan orang lain. Tanpa membeda-bedakan sesama dan mengucilkan orang lain.
0 comments