Terlalu Bawa Perasaan
(Karya: Ratna Dewi)
Aku memiliki seorang sahabat yang bernama sekar.aku sudah dari TK bersamanya,kami selalu berbagi senang dan sedih bersama.
Pada hari itu sekar datang kerumahku dengan wajah yang sangat bahagia dia bercerita tentang lelaki yang disukai olehnya Rendi namanya,Rendi adalah teman sekelas ku dan Sekar memang Sekar bilang dia sangat nyaman dengan Rendi, aku pun bertanya bagaimana dengan pacarmu? kamu kan sudah setahun dengannya Sekar hanya diam tak menjawab, aku tahu bahwa Sekar dengan Pandit, pacar sekar sudah lama tak bertemu bisa dikatakan LDR, aku sebagai sahabat sekar menasehati sekar agar memilih antara Rendi dan Pandit, tetapi tetap saja Sekar tak menjawab.
Pukul 7 pagi aku pun bersiap ke sekolah, sesampainya aku disekolah terlihat Sekar dan Rendi duduk bersama seperti sepasang kekasih. Mereka pun menjalani masa Pdkt selama setahun padahal Sekar masih menpunyai pacar. Saat itu Sekar mengetahui bahwa Rendi dekat dengan Kumala, Sekar yang mengetahui itu hanya bisa menangis, wajar saja Rendi dekat dengan Kumala karena Sekar tidak mau putus dengan Pandit tapi dia juga tak ingin Kehilangan Rendi. Rendi mengajak Sekar berbicara Rendi bertanya bagaimana hubungannya dengan Pandit. Sekar tetap saja diam Rendi terus bertanya Sekar tetap saja diam, Rendi berkata kepada Sekar. Sekar mungkin hari ini terakhir kita seperti ini Rendi pun pergi meninggalkan Sekar. Keesokan harinya Rendi pun menembak Kumala dan akhirnya mereka berpacaran.
Dari kejadian tersebut,kita tidak boleh melupakan kekasih kita yang berada jauh di sana.Dan kita tidak boleh terlalu berharap ke pada orang.
0 comments