Gempa Bumi
(Karya: Pranayudha)
Saat itu sekolahku sedang direnovasi, sehingga sekolahku kotor akibat puing-puing bangunan yang berserakan. Struktur bangunan dan atap belum tersusun rapi,sehingga mudah terjatuh akibat angin atau getaran.
Pada saat itu aku hendak pergi ke sekolah lebih awal agar aku bisa piket. Sesampainya di sekolah, aku segera menuju kelas dan menaruh tasku di atas meja. Setelah itu aku mengangkat bangku ke atas meja dan menyapu lantai. 10 menit kemuadian teman-temanku mulai berdatangan dan membantuku mengepel lantai dan menyiram kebun yang berada tepat di depan kelasku. Setelah piket aku dan teman-temanku duduk didepan kelas sambil mengobrol. Tak lama kemudian aku dan teman-temanku merasakan getaran kecil, lalu lama-kelamaan menjadi getaran yang cukup besar. Aku, teman-temanku, dan seluruh warga sekolah berlarian ke tempat yang lebih aman. Aku melihat struktur atap dan pohon-pohon bergetar sangat kencang. Semua warga sekolah hanya bisa terdiam dan tidak dapat melakukan apapun.
Aku bersyukur kepada tuhan karena Gempa Bumi tersebut tidak memakan banyak korban, tetapi gempa bumi tersebut menimbulkan pohon-pohon tumbang dan jatuhnya material-material bangunan yang ada di sekolahku.
Dari cerita di atas kita dapat simpulkan bahwa kita tidak bisa menentang takdir tuhan, dan kita harus ikhlas menerima cobaan dari tuhan. Kita juga harus rajin sembahyang agar terhindar dari musibah-musibah yang tidak kita inginkan.
0 comments