Wednesday, September 23, 2015

Buah Semangka Sumber Kehidupanku

Buah semangka sumber kehidupanku
(Karya: Susan Aprilia)

Hal yang tak terlupakan dalam hidupku.
           Pada saat itu aku dan ibuku berjualan semangka di pinggir jalan yang tidak boleh ditempati. Aku dan ibuku terpaksa berjualan dikarenakan Ayahku meninggal beberapa bulan lalu. Aku dan ibuku sangat senang berjualan disana, karena dari situlah aku mendapat keuntungan. Walau terkadang kami juga mendapat kerugian akibat semangka yang busuk.
           Kami berjualan sudah cukup lama. Kami lumayan puas atas pengahasilan dari menjual semangka tersebut. Banyak pelanggan yang membeli semangka kepada kami. Tapi juga banyak orang yang memperingati kami agar tidak berjualan disana. Kami tidak memperdulikannya karena hanya dari situlah sumber penghasilan kami.
           Saat kami sedang ramai penjual, tiba-tiba ada razia. Kami berdua sangat terkejut. Semua semangka kami di angkut ke mobil satpol pp. Aku dan ibuku memohon kepada petugas untuk tidak menangkap kami. Tapi petugas itu malah memarahi dan, memaki kami karena, tempat yang kami singgahi tidak boleh dipakai untuk berjualan. Apa boleh buat nasi sudah menjadi bubur. Aku dan ibukupun hanya bisa meratapi nasib kami berdua.

            Dari  kejadian diatas bisa disimpulkan janganlah berjualan di area yang dilarang oleh pemerintah.

0 comments