Sunday, July 30, 2017

Kecerobohan

Kecerobohan
(Karya: Gosa Aditya)

          Saya punya pengalaman buruk waktu minggu kemarin. Minggu kemarin saya sedang latihan bulutangkis di gor dekat rumah teman saya si maxi.Sebelum saya latihan saya melakukan pemanasan dulu sebelum terjadi apa apa bersama pelatih pak ujang.

          Sepupu saya baru datang dan melambaikan tangannya ke saya,saya melambai balik.Begitu dia datang kita berdua berlari keliling lapangan untuk menguatkan kaki saya tapi karena kecerobohan saya,saya terpleset jatuh dan pergelangan kaki kiri saya keseleo.Pak ujang dan sepupu saya pun kaget dan lari ke arah saya dan membawa saya balik ke rumah.saya kesakitan tapi tidak sampai menangis dan sepupu saya doni mengompreskan air dingin ke kaki saya yang mulai membengkak.

           Sekarang saya menyadari kalau berolahraga kita harus berhati hati ketika berolahraga karena bisa saja ketika berolahraga kaki saya patah atau terluka parah.Dari kejadian itu saya belajar untuk berhati hati. 
Read more

Terjatuh dari Sepeda


  Terjatuh dari Sepeda
(Karya: Ardi Juliardana)
Ini pengalaman ku yang tidak terlupakan saat kelas 1 SMP. 
Pada suatu hari aku dan  teman teman ku sedang duduk duduk di depan rumah, kami membicarakan tentang orang orang yang bersepeda dimalam hari, aku berkata “apakah enak bersepeda pada malam hari?” ,temanku menjawab “enak lah”. bagaimana kalau kita nanti malam jalan jalan ke lapangan ,sambil merasakan bagaimana rasanya naik sepeda malam malam.

 Waktunya sudah pukul 8:00 wita aku pun berangkat ke lapangan dengan teman teman ku menggunakan sepeda. Sesampainya di sana aku dan teman teman ku memutari lapangan, setelah beberapa putaran. Aku pun meminta pulang tapi teman ku menyuruh sekali lagi ,setelah itu baru kita pulang.aku pun menuruti perintah teman ku ,saat itu laju sepedaku sangat kencang dan aku pun terjatuh sehingga membuat tangan ku menjadi patah.

                Sehubung teman ku sangat baik, temanku menolongku membawa sepeda ku ke rumah dan memboncengku pulang.
Dari cerita di atas kita bisa menyimpulkan janganlah naik sepeda malam malam kecuali ada orang tua yang mengawasi kita.
 
Read more

Kena Begal

Kena Begal
(Karya: Ricky Saputra)

 Pengalaman yang tak terlupakan semasa hidupku.
       Biasanya, hampir setiap hari sabtu saya pergi ke rumah teman saya pada sore hari dan akan kembali malam hari menggunakan sepeda motor
       Ketika akan pulang,seketika teman saya minta ikut bersamaku dan menginap dirumahku. Sayapun menuruti permintaanya. Saat pukul 20.00 WITA saya dan temanku berhenti di minimarket untuk membeli minum setelah itu, saya beristirahat sebentar di tempat duduk yang sudah disediakan oleh mini market itu.Teman saya berkata,"Hey, nanti kita lewat jl.gatot subroto aja ya,jika kita lewat jl.gunung agung disitu diberitakan ada pembegalan", saya membantah omongannya,"Ah tidak ada begituan palingan cuma orang yang takut bilang begituan", saya membantah omongannya, sayapun lekas berangkat dengan teman saya.
       Sayapun membantah omongan teman saya di supermarket tadi, saya melewati jl.Gunung Agung. Ketika sampai disana tiba-tiba saya melihat segerembolan orang memakai masker dan membawa senjata tajam ia menyuruh saya menyerahkan motor saya. saya dan teman sayapun turun dari motor dan menyerahkan motor saya. Mereka semua pergi dengan membawa motor saya,dan saya beruntung tidak ada luka sedikitpun walau motorku telah dicuri orang.
     Dari kejadian tersebut, Saya tau janganlah keluar malam malam itu akan merugikan diri kita sendiri dan kita juga harus percaya kepada teman yang memberikan kita informasi bahwa sering terjadi kriminalitas di tempat ini.
Read more

Friday, July 28, 2017

Gempa Bumi

Gempa Bumi
(Karya: Pranayudha)

          Ini pengalaman yang tak terlupakan bagiku saat aku masih duduk di bangku kelas 5 SD.
Saat itu sekolahku sedang direnovasi, sehingga sekolahku kotor akibat puing-puing bangunan  yang berserakan. Struktur bangunan dan atap belum tersusun rapi,sehingga mudah terjatuh akibat angin atau getaran.

          Pada saat itu aku hendak pergi ke sekolah lebih awal agar aku bisa piket. Sesampainya di sekolah, aku segera menuju kelas dan menaruh tasku di atas meja. Setelah itu aku mengangkat bangku ke atas meja dan menyapu lantai. 10 menit kemuadian teman-temanku mulai berdatangan dan membantuku mengepel lantai dan menyiram kebun yang berada tepat di depan kelasku. Setelah piket aku dan teman-temanku duduk didepan kelas sambil mengobrol. Tak lama kemudian aku dan teman-temanku merasakan getaran kecil, lalu lama-kelamaan menjadi getaran yang cukup besar. Aku, teman-temanku, dan seluruh warga sekolah berlarian ke tempat yang lebih aman. Aku melihat struktur atap dan pohon-pohon bergetar sangat kencang. Semua warga sekolah hanya bisa terdiam dan tidak dapat melakukan apapun.

          Aku bersyukur kepada tuhan karena Gempa Bumi tersebut tidak memakan banyak korban, tetapi gempa bumi tersebut menimbulkan pohon-pohon tumbang dan jatuhnya material-material bangunan yang ada di sekolahku.

          Dari cerita di atas kita dapat simpulkan bahwa kita tidak bisa menentang takdir tuhan, dan kita harus ikhlas menerima cobaan dari tuhan. Kita juga harus rajin sembahyang agar terhindar dari musibah-musibah yang tidak kita inginkan.
Read more

Wednesday, September 23, 2015

Saat Pulang Kampung



Saat Pulang Kampung
(Karya: Selamet .W)

Aku adalah anak SMK 5 aku tinggal di Bandung. Pada hari senin pagi pukul 06.30 aku diajak pulang ke Lampung untuk menengok nenekku yang sedang sakit di kampung aku bersama semua keluargaku langsung menuju bandara.
Saat didalam perjalanan ada sebuah montor yang tergeletak dijalan, ayah dan akupun langsung berhenti dan keluar dari mobil, lalu kami melihat seorang pemuda yang tergeletak di tengah jalan, ayahku dengan seketika mengangkat pemuda tersebut dan dengan seketika juga pemuda itu mengeluarkan senjata tajam lalu menodong kearah ayahku aku pun serentak terkejut. Pemuda itu lalu meminta semua uang yang ada didalam kantong celana ayahku, lalu ayahku memberikan semua uang yang ada dalam dompetnya dan berkata “ iiinii.., silakan ambil uang saya dan jangan bunuh saya dan anak saya”, dengan gegas pemuda yang tadinya menodongkan senjata tajam menaiki montornya dan kabur entah kemana.
Dari kejadian tersebut aku mendapatkan pengalaman bahwa kita boleh saja membantu orang yang sedang kesulitan tetapi kita juga harus waspada karena jaman sekarang berbagai tindak kriminal bisa memakai cara apapun yang mereka inginkan.
Read more